☂️ Alat Pelindung Diri Petugas Kebersihan

tPenggunaanAlat Pelindung Diri tTransportasi penderita . Kewaspadaan Airborne tRestriksi petugas tPenggunaan Alat Pelidung Diri tTransportasi penderita tManajemen Paparan . As a reminder, transmission of COVID- 19 as of February 19, 2020 t subject to change as new evidence become available Pertahankan kebersihan kontainer sampah BajuAPD ini sudah lolos uji tes laboratorium oleh Kemenkes sehingga pad ini sangan aman digunakan sebagai pelindung diri dari virus supaya tidak masuk kedalam tubuh. APD ini dikhususkan bagi petugas medis seperti dokter, ahli medis, orang laboratorium, perawat maupun non medis seperti petugas kebersihan di Rumah Sakit. Spesifikasi: Mencucidan menjaga kebersihan peralatan produksi dan peralatan makan serta lingkungan ODTWA. Petugas dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala terjangkit COVID-19. Petugas wajib menggunakan alat – alat pelindung diri AlatPelindung Diri (APD) adalah alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang dari potensi bahaya/risiko PENANGGUNG JAWAB (PJ) Masyarakat umum dan petugas kesehatan ALUR Menyiapkan APD Menyediakan akses cuci tangan dengan sabun dan air mengalir / hand sanitizer Terapkan kebersihan tangan/ hand hygiene di setiap tahapan Kisi kisi instrumen pengetahuan petugas LINGKAWAS tentang alat pelindung diri 35 Table 2. Kisi- kisi instrument kepatuhan penggunaan APD oleh petugas 36 Tabel 3. Interpretasi uji hipotesis berdasarkan nilai P dan kekeuatan korelasi (r) 41 Tabel 4. Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan Adapuntujuan Teknisi Alat Berat di Pabrik Industri menggunakan Alat Pelindung Diri atau APD tersebut adalah sebagai berikut ; Untuk melindungi anggota badan pekerja atau karyawan agar terhindar dari potensi bahaya yang sedang mengintai pekerja. Untuk mengurangi rasa sakit jika pekerja atau karyawan dengan terpaksa mengalami kecelakaan kerja. Labuhanbatu Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nasrullah membagikan Alat Pelindung Diri (APD) pada seluruh petugas kebersihan. Tujuannya agar selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja di saat wabah Virus Corona (Covid-19) melanda Indonesia. Masker, sarung tangan, Butarbutar M., Ashar, T. and Santi, D. 2012 „Hubungan Hygiene Perorangan Dan Pemakaian Alat Pelindung Diri (Apd) Dengan Keluhan Gangguan Kulit Dan Kecacingan Pada Petugas Pengangkut Sampah Kota Pematang siantar‟, 3 (2), pp. 1–7. doi: 10.3727/096368916X693031. Emodie, LJ. et al., 2013. KebersihanTangan. Isi Tanggal sesuai pengumpulan. data. Isi Unit sesuai Data Master. Isi nama observer dan nama. petugas yang diamati. Mengamati peluang yang muncul. pada petugas yang diamati. selama 15-20 menit. Klik sesuai Peluang yg ada. pada petugas (tidak harus. kelimanya) Klik HR (Handrub) atau HW (Handwash) atau Tidak. Dilakukan sesuai KonsepAlat Pelindung Diri. Alat pelindung diri (APD) adalah suatu alat yang dirancang memiliki kemampuan melindungi seseorang selama bekerja dari bahaya di tempat kerja. Kekuranganselama dalam penggunaan APD adalah tidak sempurnanya kemampuan perlindungan yang dimiliki APD tersebut. Alat pelindung diri terdiri daripelindung mata Perlengkapanpelindung diri yang dipakai oleh petugas cleaning service harus menutupi bagian-bagian tubuh petugas mulai dari kepala hingga telapak kaki. Alat atau perlengkapan pelindung diri yang disunakan/dipakai petugas cleaning service adalah sebagai berikut : 1. Sarung tangan. Menjaga kebersihan di tempat yang telah ditentukan oleh AlatPelindung Diri (APD) Untuk APD tingkatan perlindungan kedua digunakan oleh dokter, perawat, petugas laboran, radiografer, farmasi, dan petugas kebersihan ruang pasien Covid-19. APD pada tingkatan ini digunakan saat tenaga medis, dokter, dan perawat di ruang poliklinik memeriksa pasien dengan gejala infeksi pernapasan. YQ3N. Abstrak Alat pelindung diri APD adalah alat yang mempunay kemampuan kemampuan untuk melindungi sesorang dan berfungsi untuk mengisolasitubuh dari potensi yang berbahaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian mennjukan bahwa hasili uji chi-square yang dilakukan menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penguaan alat pelindung diri APD terhadap sikap p=0,28, ketersediaan sarana p=0,28, pelatihan p=0,21, pengawasan p=0,24, dan motivasi p=0,000, serta tidak ada hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan p=616, dan managemen p=0,836. Hasil penelitian multivariat bahwa variaebel ketersediaan saraana merupakan factor yang mempunay pengaruh paling kuat dengan nilai p=0,16 dan OR sebesar 2. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 1 DETERMINAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETUGAS KEBERSIHAN Dede Marisa Bureni Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan Universitas Klabat Airmadidi-Minhasa Utara 95371, Indonesia Email S220133081 Abstrak Alat pelindung diri APD adalah alat yang mempunay kemampuan kemampuan untuk melindungi sesorang dan berfungsi untuk mengisolasitubuh dari potensi yang berbahaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian mennjukan bahwa hasili uji chi-square yang dilakukan menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penguaan alat pelindung diri APD terhadap sikap p=0,28, ketersediaan sarana p=0,28, pelatihan p=0,21, pengawasan p=0,24, dan motivasi p=0,000, serta tidak ada hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan p=616, dan managemen p=0,836. Hasil penelitian multivariat bahwa variaebel ketersediaan saraana merupakan factor yang mempunay pengaruh paling kuat dengan nilai p=0,16 dan OR sebesar 2. Kata Kunci Determinan, Alat Pelindung Diri 2 PENDAHULUAN Kesehatan dan keselamatan kerja adalah upaya yang dapat melindungi tenaga kerja dari kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Perkembangan industry di Indonesia semakin hari semakin maju namun perkembangan ini belum diimbangai dengan kesadaran oleh para pekerja untuk memahami dan melaksanakan keselamatan secara baik agar dapat mencegah kecelakaan yang terjadi ditempat kerja Henri, 2017. Bekerja adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mrningkatkan derajat kehidupan individu, saat bekerja diharapkan agar dapat menciptakan lingkungan yang aman, sehat, Makmur apa yang dikerjakan dapat diselesaiakan dengan baik Jacob, 2020 Alat pelindung diri atau APD adalah suatu alat yang mempuyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya sebagai alat pelindung seluruh tubuh dari potensi bahaya ditempat kerja. APD apa bila digunakan dengan benar dan tepat dapat memberikan perlindungan bagi tenaga kerja dan berbagai dampak kecelakaan akibat kerja, dan juga dapat mendukung kinerja karyawan maupun perusahaan. Riza Agustina, 2019 Menurut udang-undang No. 1. 1970 tentang keselamtan kerja dimana setiap pekerja harus menjaga kesehatan dengan memakai alat-alat pelindung diri. Penggunaan APD merupakan tahap terakhir dari hirarki pengendalian bahaya. APD merupakan alat kelengkpan yang wajib digunkan saat bekerja sesuai dengan bahaya dan resiko kerja agar dapat menjaga keselamatan pekerja. Peraturan APD dibuat oleh pemerintah sebagai ketentuan perundang-undang tentang keselamatan kerja. Fernanda, 2017 Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan sikap yang menghasilkan suatu lingkungan kerja menjadi bagian yang sangat terpadu pada setiap prosedur kerja yang dijlankan setiap 3 peruahaan atau instansi. Tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja agar dapat meningkatkan efektifitas perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja yang terencana, tersrtukrur, dan terintegrasi agar dapat mencegah, mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit yang menciptakan tempat kerja aman dan nyaman untuk mendorong produktifitas. Jayanti, 2019 Berdasarkan data penelitian jurnal kesehatan global 2019 menunjukan bahwa hasil uji chi-square yang di lakukan menunjukan bahwa ada hubungan yang siknifikan antara alat pelindung diri atau APD terhadap sikap p=0,028, ketersediaan sarana p=0,28, pelatihan p=0,21, pengawasan 0,024, dan motifasi p=0,000, serta tidak ada hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan p=0,16, manajemen p=0,836. Hatta, 2019 METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik yang bersifat kuantitatif dengan desai kroseksional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pekerja pengangkut sampah sebagai variable independen dan penggunaan APD pada pekerja menggunakan variable dependen. HASIL Analisis Universal Berdasarkan Tabel 1 presentase karakteristik responden leih banyak didominasi responden dengan pengetahuan baik sebanyak 103 responden 78,6%. Presentase karakteristik responden lebih banyak didominasi responden dengan sikap baik sebanyak 73 respnden 55,7%. Presentase karakteristik responden lebih banyak didominasi responden dengan ketersediaan sarana baik sebanyak 91 responden 69,5%. Presentase karakteristik responden lebih banyak didominasi responden dengan manajemen baik sebanyak 62 responden 47,3%. Presentase karakteristik 4 responden lebih banyak didominasi responden dengan pelatihan baik sebanyak 43 responden 32,8%. Presentase karakteristik responden lebih banyak didominasi responden dengan pegawai baik sebnayak 59 responden 45,0%. Presentase karakteristik responden lebih banyak didominasi responden dengan motivasi baik sebanyak 88 responden 62,2%. Presentase karakteristik responden lebih banyak didominasi responden dengan pakai APD sebanyak 30 responden 22,9%. 5 Tabel 1. Analisa Univariat Penggunaan Alat Pelindung Diri APD Pengetahuan Baik 103 78,6 Kurang Baik 27 20,6 Sikap Baik 73 55,7 Kurang baik 57 43,5 Ketersediaan Sarana Baik 91 69,5 Kurang baik 39 29,8 Manajemen Baik 62 47,3 Kurang baik 68 51,9 Pelatihan Baik 43 32,8 Kurang baik 87 66,4 Pengawasan Baik 59 45,0 Kurang baik 71 54,2 Motivasi Baik 88 67,2 Kurang baik 42 32,1 APD Baik 30 22,9 Kurang baik 100 76,3 6 Analisis Bivariat Berdasarkan Tabel 2 pengetahuan pekerja pengangkut sam[ah dengan penguna APD hasil statistic menunjukan angka pada p-value sebesar 0,708 yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan penggunaan APD. Sikap pekerja pengangkut sampah dengan penggunaan APD hasil sistematik menunjukan angka pada p- value sebesar 0,014 yaitu ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan penggunaan APD. Ketersediaan sasaran pekerja pengangkut sampah dengan penggunaan APD hasis sistimatik menunjukan angka pada p- value sebesar 0,025 yaitu ada hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarana dengan penggunan APD. Manajemen pekerja pengangkut sampah dengan penggunaan APD hasil sistimatik menunjukan angka pada p- value sebesar 0,823 yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara manajemen dengan pengguna APD. 7 Tabel 2. Analisa Univariat Penggunaan Alat Pelindung Diri APD Pengguna APD Variabel Pakai Tidak Pakai Jumlah p-Value n Presentase n Presentase Pengetahuan Baik 25 24,3 78 103 0,708 Kurang Baik 5 18,5 22 81,5 27 Sikap Baik 12 16,4 61 83,6 73 Kurang Baik 18 31,6 39 68,4 57 Ketersediaan Sarana Baik 19 20,9 72 91 0,025 Kurang Baik 11 28,2 28 71,8 39 Manajemen Baik 15 24,3 41 75,8 62 0,823 Kurang Baik 15 22,1 53 77,9 68 Pelatihan Baik 6 14,0 37 86,0 43 0,018 Kurang Baik 24 27,6 63 72,4 87 Pengawasan Baik 18 30,5 41 69,5 59 0,021 Kurang Baik 12 16,9 59 83,1 71 Motivasi Baik 29 33,0 59 67,0 88 0,000 Kurang Baik 1 2,4 41 97,6 42 8 Tabel 3. Model Akhir Analisis Multivariat Variabel p value OR Exp B Sikap 0,036 0,336 Manajemen 0,110 0,668 Pelatihan 0,038 0,902 Pengawasan 0,015 1,497 Motifasi 0,023 1,303 Ketersediaan Sarana APD 0,0372 2,381 PEMBAHASAN Pengetahuan Pekerja dengan Pengunaan APD Selaras dengan penelitian Wijayanti didapatkan dari uji statistic nilai p=1,000 sehingga di simpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistic antara pengetahuan pengunaan APD dengan keluhan ganguan kulit pada petugas sampah 6. Menurut penelitian purba diperoleh bahwa dari 25 pengrajin terdapat yang pengunaan APD sebanyak 8 pengrajin 32% dan yang tidak mengunakan APD sebanyak 17 perajin 64%. Dari hasil uji chi square menunjukan bahwa factor pengetahuan tidak ada hubungan dengan pengunaan APD p=1,000 > 0,05. Menurut gren dalam peningakatan pengetahuan tidak selalu menyebabkan perubahan perilaku, namun hubungan positif antara kedua variable ini telah di prrhatikan dalam ejumlah penelitian yang dilakukan. Menurut penelitian yang di lakukan Winandar 9 dari dari 25 responden dengan pengetahuan tinggi sebanyak 10 orang 40% yang lengkap mengunakan APD, dan dari 32 responden dengan pengetahuan rendah sebanyak 10 orang 31,3% yang lengkap mengunakan APD . Berdasakan uji statistic diketahui p value < = , 05. KESIMPULAN Alat pengunaan diri APD adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh bagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya/ kecelakan kerja . Manfaat dari pengunaan alat pelindung diri APD yaitu untuk melindungi tubuh terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja, dan mengurangi resiko penyakit akibat kecelakaan. SARAN Direkomendasikan agar ada penyuluhan tentang APD kepada masyarakat agar dapat mengurangi kecelakan. Untuk setiap pekerja sebaiknya mengunakan APD, penguanaan APD sebaiknya sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja dan dengan pemantauan terhadap pengunaan APD harus rutin dilakukan, agar dalam pengunaan yang optimal 10 DAFTAR PUSTAKA Fernanda, S. I. 2017. Hubungan Faktor determinan penggunanan alat pelindung diri pada pekerja pemborong. Jurnal Kesehatan. Hatta, R. A. 2019. Determinan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Pekerja Pengangkut Sampah Didinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Global. Henri, F. S. 2017. Hubungan Faktor Determinan Perilaku dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Pekerja Pemborong. Jacob, I. G. 2020. Determinan Perilaku Pengunaan Alat Pelindung Diri Pada Petugas Kebersihan. Nutrix Jurnal. Jayanti, I. I. 2019. Faktor yang brhubungan dengan disiplin penggunaan alat pelindung diri pada penyapu jalan di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Riza Agustina, K. D. 2019. Determinan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pengangkut sampah didinas lingkungan hidup dan kebersihan kota palembang. Jurnal kesehatan global. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication. I Gede PurnawinadiNadine Meflin JacobABSTRAK Upaya kesehatan kerja sangat penting untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan. Salah satu jenis pekerjaan yang berisiko terjadinya kecelakaan dan masalah kesehatan kerja adalah petugas kebersihan. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri APD pada petugas kebersihan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik melalui pendekatan cross sectional dan uji statistik Spearman Rank. Sampel diambil sebagai representatif dari populasi sebanyak 108 petugas kebersihan menggunakan rumus slovin yang dipilih sesuai dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan variabel pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan APD dimana p value 0,042 dan ketersediaan APD responden p value = 0,00, sedangkan pengetahuan p value = 0,909 usia p value = 0,108, masa kerja p value = 0,672, dan ketersediaan APD departemen p value = 0,784 tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan APD pada petugas kebersihan. Direkomendasikan untuk institusi terkait lebih memperhatikan ketersediaan APD yang dapat digunakan oleh petugas kebersihan sesuai dengan departemen kerja. Kata Kunci alat pelindung diri , determinan, perilaku penggunaan. ABSTRACT Occupational health efforts are very important to protect workers so that they live healthy and free from health problems. One type of work that is at risk of accidents and occupational health problems is cleaning workers. The purpose of this study in general is to determine the factors related to the behavior of using personal protective equipment PPE on cleaners. The type of research used in this research is quantitative with analytic survey design through a cross sectional approach and the Spearman Rank statistical test. Samples were taken as a representative of the population of 108 cleaning workers using the Slovin formula which was selected according to the accidental sampling method. The results showed that the education variable had a significant relationship with the behavior of using PPE where p value was and the availability of PPE respondents p value = while knowledge p value = age p value = years of service p value = and the availability of departmental PPE p value = did not have a significant relationship with the behavior of using PPE among cleaning workers. It is recommended that related institutions pay more attention to the availability of PPE that can be used by cleaners in accordance with the work IndragiriHendri FirnandaMenurut PT Jamsostek Persero yang saat ini telah berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan, sepanjang tahun 2014 jumlah pesertanya yang mengalami kecelakaan kerja sebanyak orang. Kurangnya kesadaran para pekerja untuk senantiasa menggunakan APD dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tindakan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor determinan perilaku dengan penggunaan Alat Pelindung Diri APD pada pekerja pemboran PT. PDSI RIG di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di PT. PDSI RIG di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu tahun 2017 dengan jumlah 50 responden. Jumlah sampel sebanyak 34 sampel responden yang diambil menggunakan proportional random sampling. Instrument menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 5% 0,05. Hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, ketersediaan APD, kenyamanan APD, peraturan dan pengawasan, serta tidak ada hubungan antara sikap dan pelatihan dengan penggunaan APD pada pemboran PT. PDSI RIG di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Tahun Kunci Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan APD, Perilaku Penggunaan APD ABSTRACTAccording to PT Jamsostek Persero, which has been transformed into Social Security Agency BPJS Employment, throughout 2014 the number of participants injured at work as much as 129 911 people. Lack of awareness of the workers to always use PPE is influenced by several factors that have a considerable influence on the action the use of personal protective equipment to workers. The purpose of this study was to determine Relation Determinant factor with the Behaviour of the use of Personal Protective Equipment PPE on Drilling PT. PDSI RIG / D1000-E in the village of Kaplongan Lor, Karangampel District of Indramayu Regency in 2017. This study uses a quantitative approach to the cross-sectional design. The population in this study were all employees at PT. PDSI RIG / D1000-E in the village of Kaplongan Lor Karangampel District of Indramayu regency in 2017 with a total of 50 respondents. The total sample of 34 respondents in a sample taken using proportional random sampling. Instrument using a questionnaire. Data were statistically analyzed using Chi Square test at the 5% significance level Results of statistical test showed that there is a relationship between knowledge, availability of APD, APD comfort, regulation and supervision, and there is no relationship between attitude and training with the use of PPE in the Drilling PT. PDSI RIG / D1000-E in the village of Kaplongan Lor Karangampel District of Indramayu Regency in Knowledge, Attitude, availability of APD, Behavior use of PPERiza Agustina Untari Muhammad Totong KamaluddinHM. Hatta DahlanAlat Pelindung Diri APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan dengan 10 orang pekerja pengangkut sampah, ditemukan 70% pekerja pengangkut sampah tidak menggunakan APD dan tidak merawat APD dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat kuantitatif dengan desain Cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penggunaan alat pelindung diri APD terhadap sikap p = 0,028, ketersediaan sarana p = 0,028, pelatihan p = 0,021, pengawasan p = 0,024, dan motivasi p = 0,000, serta tidak ada hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan p = 0,616, dan manajemen p = 0,836. Hasil penelitian multivariat bahwa variabel ketersediaan sarana merupakan faktor yang mempunyai pengaruh paling kuat dengan nilai p = 0,016 dan OR sebesar 2. Disarankan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang sebaiknya dapat lebih tegas dalam menerapkan regulasi pada pekerja pengangkut sampah, mengenai penggunaan APD dalam Faktor Determinan Perilaku dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Pekerja PemborongF S HenriHenri, F. S. 2017. Hubungan Faktor Determinan Perilaku dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Pekerja yang brhubungan dengan disiplin penggunaan alat pelindung diri pada penyapu jalan di Kota SemarangI I JayantiJayanti, I. I. 2019. Faktor yang brhubungan dengan disiplin penggunaan alat pelindung diri pada penyapu jalan di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. ABSTRAK Upaya kesehatan kerja sangat penting untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan. Salah satu jenis pekerjaan yang berisiko terjadinya kecelakaan dan masalah kesehatan kerja adalah petugas kebersihan. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri APD pada petugas kebersihan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik melalui pendekatan cross sectional dan uji statistik Spearman Rank. Sampel diambil sebagai representatif dari populasi sebanyak 108 petugas kebersihan menggunakan rumus slovin yang dipilih sesuai dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan variabel pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan APD dimana p value 0,042 dan ketersediaan APD responden p value = 0,00, sedangkan pengetahuan p value = 0,909 usia p value = 0,108, masa kerja p value = 0,672, dan ketersediaan APD departemen p value = 0,784 tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan APD pada petugas kebersihan. Direkomendasikan untuk institusi terkait lebih memperhatikan ketersediaan APD yang dapat digunakan oleh petugas kebersihan sesuai dengan departemen kerja. Kata Kunci alat pelindung diri , determinan, perilaku penggunaan. ABSTRACT Occupational health efforts are very important to protect workers so that they live healthy and free from health problems. One type of work that is at risk of accidents and occupational health problems is cleaning workers. The purpose of this study in general is to determine the factors related to the behavior of using personal protective equipment PPE on cleaners. The type of research used in this research is quantitative with analytic survey design through a cross sectional approach and the Spearman Rank statistical test. Samples were taken as a representative of the population of 108 cleaning workers using the Slovin formula which was selected according to the accidental sampling method. The results showed that the education variable had a significant relationship with the behavior of using PPE where p value was and the availability of PPE respondents p value = while knowledge p value = age p value = years of service p value = and the availability of departmental PPE p value = did not have a significant relationship with the behavior of using PPE among cleaning workers. It is recommended that related institutions pay more attention to the availability of PPE that can be used by cleaners in accordance with the work department. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 43 DETERMINAN PERILAKU PENGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETUGAS KEBERSIHAN I Gede Purnawinadi, Nadine Meflin Jacob Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Klabat, Indonesia E-mail purnawinadi87 ABSTRAK Upaya kesehatan kerja sangat penting untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan. Salah satu jenis pekerjaan yang berisiko terjadinya kecelakaan dan masalah kesehatan kerja adalah petugas kebersihan. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri APD pada petugas kebersihan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik melalui pendekatan cross sectional dan uji statistik Spearman Rank. Sampel diambil sebagai representatif dari populasi sebanyak 108 petugas kebersihan menggunakan rumus slovin yang dipilih sesuai dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan variabel pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan APD dimana p value 0,042 dan ketersediaan APD responden p value = 0,00, sedangkan pengetahuan p value = 0,909 usia p value = 0,108, masa kerja p value = 0,672, dan ketersediaan APD departemen p value = 0,784 tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan APD pada petugas kebersihan. Direkomendasikan untuk institusi terkait lebih memperhatikan ketersediaan APD yang dapat digunakan oleh petugas kebersihan sesuai dengan departemen kerja. Kata Kunci alat pelindung diri , determinan, perilaku penggunaan. ABSTRACT Occupational health efforts are very important to protect workers so that they live healthy and free from health problems. One type of work that is at risk of accidents and occupational health problems is cleaning workers. The purpose of this study in general is to determine the factors related to the behavior of using personal protective equipment PPE on cleaners. The type of research used in this research is quantitative with analytic survey design through a cross sectional approach and the Spearman Rank statistical test. Samples were taken as a representative of the population of 108 cleaning workers using the Slovin formula which was selected according to the accidental sampling method. The results showed that the education variable had a significant relationship with the behavior of using PPE where p value was and the availability of PPE respondents p value = while knowledge p value = age p value = years of service p value = and the availability of departmental PPE p value = did not have a significant relationship with the behavior of using PPE among cleaning workers. It is recommended that related institutions pay more attention to the availability of PPE that can be used by cleaners in accordance with the work department. Keywords personal protective equipment, determinants, usage behavior. 44 PENDAHULUAN Bekerja adalah suatu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kehidupan individu, saat bekerja diharapkan lingkungan yang aman dan sehat sehingga pekerjaan dapat selesai dengan efektif dan efisien Septiningsih, 2017. Secara global, International Labour Organization 2013 menyebutkan bahwa dalam setiap tahun terdapat lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit akibat bahaya di tempat kerja. Selain itu, terdapat 1,2 juta pekerja meninggal akibat kecelakaan dan sakit di tempat kerja. Sementara di Indonesia jumlah kasus kecelakaan akibat kerja pada tahun 2011-2014 yang paling tertinggi terjadi pada tahun 2013 yaitu sebanyak orang Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2015. Menurut Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, memandang upaya kesehatan kerja sangat penting untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan, serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. Selanjutnya Undang-Undang Ketenagakerjaan Tahun 2003 disebutkan pula bahwa pembangunan ketenagakerjaan diselenggarakan atas azas keterpaduan melalui koordinasi fungsional lintas sektoral pusat dan daerah. Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia telah diterapkan dengan dikeluarkannya Undang-undang Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kurniawidjaja, 2012. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat perkembangan industri yang cukup tinggi. Data dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa pada tahun 2015 jumlah kecelakaan kerja di Sulawesi Utara, terdapat 223 kasus kecelakaan, kemudian pada tahun 2016 jumlah kecelakaan kerja menurun menjadi 195 kasus dan pada tahun 2017 Januari-Juni baru didapati 7 kasus kecelakaan kerja Dumbela, Pinontoan, & Rumayar, 2017. Salah satu jenis pekerjaan yang rentan menimbulkan kecelakaan dan masalah kesehatan kerja adalah petugas kebersihan. Kecelakaan kerja yang sering terjadi pada petugas kebersihan diakibatkan karena pekerjaan mereka yang selalu terpapar oleh peralatan yang digunakan dan lingkungan kerja. Selain itu petugas kebersihan berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan karena terpapar langsung dengan pembuangan sampah Marlini, 2016. Petugas kebersihan merupakan golongan yang rentan terkena penyakit ataupun kecelakaan akibat kerja. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja adalah dengan APD. Untuk itu APD sangatlah dibutuhkan sebagai kelengkapan yang wajib dikenakan saat bekerja sesuai kebutuhan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja, saat beraktifitas di lokasi tempat pembuangan akhir sampah Mulasari & Maani, 2013. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja antara lain usia, masa kerja, ketersediaan APD sehingga kinerja pada pekerja bahkan dapat menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit yang disebabkan pekerjaan. Dengan menggunakan APD, usia yang lebih tua serta sudah lama bekerja maka akan mengurangi kemungkinan kecelakaan kerja dan penyakit. Oleh karena itu penggunaan APD perlu diperhatikan oleh pekerja, perusahaan atau pemilik usaha dan pemerintah setempat Faniah, 2016. Menurut Novianto 2015 pekerja di PT Sinar Semesta memiliki tingkat pengetahuan yang rendah. Pendidikan juga mempunyai hubungan yang signifikan dengan perilaku pekerja dalam menggunakan APD, pekerja yang tamat SMA akan lebih patuh untuk menggunakan APD dari pada yang tidak tamat SMA Putri & Denny, 2014. 45 Hasil wawancara Peneliti kepada beberapa petugas kebersihan di Universitas Klabat mengatakan APD tidak terlalu penting yang artinya mereka tidak memiliki pengetahuan yang lebih mengenai pentingnya penggunaan APD dan juga dikarenakan tidak ada sediaan APD yang memadai dan merata disetiap departemen kebersihan. Beberapa informasi dari petugas mengatakan pernah mengalami kecelakaan kerja seperti tergelincir dilantai dan penyakit akibat kerja diantaranya kulit tangan dan kaki yang terkelupas akibat terkena cairan kimia pada saat bekerja. Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian determinan perilaku penggunaan APD pada Petugas Kebersihan di Universitas Klabat. BAHAN DAN METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Metode kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diukur Kuntjojo, 2009. Penelitian dengan pendekatan cross-sectional adalah jenis penelitian yang hanya mengambil pengukuran dalam suatu waktu saja Nursalam, 2008. Populasi dari penelitian ini adalah pelajar yang sedang bekerja paruh waktu atau full-time, orang tua yang sedang bekerja untuk membiayai anaknya berkuliah, serta orang yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sampel penelitian berjumlah 108 petugas kebersihan yang dihitung melalui rumus slovin dari populasi. Tehnik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling, yang merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data Sugiono, 2008. Lokasi penelitian yang dilakukan adalah Kampus Universitas Klabat, Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara mulai bulan Januari sampai Juni 2018. Sebelum melakukan penelitian, peneliti meminta izin dari departemen kebersihan kampus. Setelah mendapatkan izin, peneliti menjelaskan terlebih dahulu prosedur yang akan dilakukan kepada responden, setelah itu peneliti mangajukan informed consent untuk ditandatangani. Penelitian ini menerapkan prinsip etika autonomy, dimana responden mempunyai hak untuk ikut serta ataupun tidak bersedia menjadi responden dengan bersikap adil justice tanpa memihak pada sebagian responden saja. Penelitian ini tentunya bertujuan baik dalam upaya menelaah faktor-faktor yang berperan dalam perilaku penggunaan APD, sehingga prinsip beneficience nyata dalam penelitian ini. Dalam pelaksanaan penelitian ini sedapat mungkin dihindari hal-hal yang berbahaya dan merugikan, sehingga prinsip non-maleficience dapat diterapkan, begitu pula confidentiality sangat dijunjung sebagai suatu kerahasiaan dan melindungi data informasi responden hanya untuk kepentingan penelitian. Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dijelaskan, peneliti hendak mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan APD pada petugas kebersihan di Universitas Klabat, maka variabel independen terdiri dari pengetahuan, pendidikan, usia, masa kerja, dan ketersediaan alat. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur semua variabel. Kuesioner pengetahuan berjumlah 9 pernyataan yaitu pengetahuan 9 pernyataan, yang diadopsi dari Septiningsih 2017 yang telah diuji validitas dan realibilitas dengan nilai chronbach alpha = 0,724 yang artinya reliabel, dan nilai validitas paling rendah dan paling tinggi menggunakan taraf signifikansi sebesar p 0,05 berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan APD pada petugas kebersihan di Universitas Klabat. Terdapat hubungan yang signifikan p= 0,042 0,05. Hasil analisis hubungan anatara masa kerja dengan perilaku penggunaan APD pada petugas kebersihan dan didapati nilai p= 0,672 > 0,05 berarti tidak ada hubungan yang signifikan masa kerja dengan perilaku penggunaan APD. Ada hubungan yang signifikan nilai p= 0,00 0,05 dimana artinya tidak terdapat antara umur dengan penggunaan APD. Hal ini dikarenakan pekerja petugas kebersihan yang lebih muda tidak menutup kemungkinan untuk memiliki pengetahuan yang lebih baik terkait APD dan penggunaan APD berbeda sehingga yang berusia lebih muda ataupun yang lebih tua memiliki kesempatan yang sama. Hasil penelitian ini juga tidak jauh berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Arifin & Susanto 2012, dengan hasil penelitian p-value sebesar 0,1>0,05, artinya tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kepatuhan pekerja dalam pemakaian APD. Analisis tidak ada hubungan karena mayoritas responden dengan masa kerja <5 tahun berperilaku menggunakan APD, walaupun tidak lengkap. Begitupula bahwa pekerja yang sudah bekerja atau 5 tahun tidak ada dalam kondisi menggunakan APD. Bahkan ada beberapa responden yang sudah lama bekerjapun tidak patuh dalam menggunakan APD, walaupun pengalaman kerja sudah lama tetapi tidak ada masalah kesehatan ataupun kecelakaan kerja. Berdasarkan pengamatan dan wawancara peneliti kepada beberapa responden didapati departemen tidak menyediakan APD, namun beberapa responden menyediakan sendiri APD seperti sarung tangan, topi, masker yang digunakan saat bekerja. KESIMPULAN DAN SARAN Pendidikan dan ketersediaan APD responden memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan APD, sedangkan pengetahuan, usia, dan masa kerja tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku penggunaan APD pada petugas kebersihan di Universitas Klabat. Direkomendasikan bagi petugas kebersihan baik mahasiswa labor maupun orang tua yang bekerja agar selalu menjaga keselamatan ketika bekerja dengan menggunakan APD yang sesuai dengan resiko pekerjaan. Bagi setiap departemen kebersihan yang ada di Universitas Klabat disarankan untuk selain menyediakan APD yang layak dan sesuai, perlu memberikan edukasi mengenai kesehatan dan keselamatan kerja bagi seluruh petugas kebersihan kampus. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti kembali faktor-faktor yang belum diteliti seperti kenyamanan penggunaan APD. 49 DAFTAR PUSTAKA Alhayati, D., Restuatuti, T., & Fatmatwati. 2014. Hubungan pengetahuan dan sikap petugas Laboratorium patologi Klinik dalam menggunakan alat pelindung diri di RSUD Achmad Provinsi RIAU. JOM FK VOL 1, NO 2. Arifin, B., & Susanto, A. 2013. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pekerja dalam pemakaian alat pelindung diri coal yard . Jurnal Kesehatan Masyarakat, No. 1. Dumbela, F. M., Pinontoan, O. R., & Rumayar, A. A. 2017. Peran sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja dalam mencegah kecelakaan kerja di PT. PLN Persero Wilayah SULUT AP2B Sistem Minahasa. E-journal Unsrat, Vol. 6, No 3 Faniah, A. M. 2016. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD earplug dan sarung tangan pada pekerja unit perbaikan di PT. KAI DAOP VI Yogyakarta DIPO SOLO Balapan Skripsi. Yogyakarta Universitas Muhammadiyah Surakarta ILO. 2013, 6 13. Kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja. Diakses dari Kemenkes 2015. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari Kuntjojo, D. 2009. Metodologi Penelitian. Kediri Universitas Nusantara PGRI Kurniawidjaja, L. M. 2012. Teori dan aplikasi kesehatan kerja. Jakarta Universitas Indonesia UI-Pres. Marlini, Y. 2016. Sehat bersama sampah. Diakses dari Mulasari, & Maani. 2013. Hubungan antara kebiasaan penggunaan alat pelindung diri dan hygiene dengan kejadian infeksi kecacingan pada petugas. Jurnal ekologi kesehatan Volume 12, Nomor 2. Notoadmojo, S. 2012. Promosi kesehatan & ilmu perilaku. Jakarta Rineka Cipta. Nursalam. 2009. Konsep dan penerapan metodelogi dan penelitian ilmu keperawatan Edisi 2. Jakarta Salemba Medika. Putri, K. D., & Denny, Y. 2014. Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan menggunakan alat pelindung diri. The Indonesian Journal of Occupational Safety, Health And Environment, Jan-April, 24-36. Septiningsih, E. 2017. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada petugas kebersihan di Yogyakarta Skripsi. Yogyakarta Universitas Muhammadiyah Sugiono. 2008. Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, R&D. Bandung Alfabeta. Yuliana, S., Hartanti, R., & Prasetyowati, I. 2016. Faktor yang berhubungan 50 dengan Penggunaan alat pelindung diri secara lengkap pada Bidan. e-jurnal pustaka kesehatan, 337-344. ... Bekerja adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mrningkatkan derajat kehidupan individu, saat bekerja diharapkan agar dapat menciptakan lingkungan yang aman, sehat, Makmur apa yang dikerjakan dapat diselesaiakan dengan baik Jacob, 2020 Alat pelindung diri atau APD adalah suatu alat yang mempuyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya sebagai alat pelindung seluruh tubuh dari potensi bahaya ditempat kerja. APD apa bila digunakan dengan benar dan tepat dapat memberikan perlindungan bagi tenaga kerja dan berbagai dampak kecelakaan akibat kerja, dan juga dapat mendukung kinerja karyawan maupun perusahaan. ... Dede MarisaBureni ProgramStudi Ilmu KeperawatanAlat Pelindung DiriAbstrak Alat pelindung diri APD adalah alat yang mempunay kemampuan kemampuan untuk melindungi sesorang dan berfungsi untuk mengisolasitubuh dari potensi yang berbahaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian mennjukan bahwa hasili uji chi-square yang dilakukan menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penguaan alat pelindung diri APD terhadap sikap p=0,28, ketersediaan sarana p=0,28, pelatihan p=0,21, pengawasan p=0,24, dan motivasi p=0,000, serta tidak ada hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan p=616, dan managemen p=0,836. Hasil penelitian multivariat bahwa variaebel ketersediaan saraana merupakan factor yang mempunay pengaruh paling kuat dengan nilai p=0,16 dan OR sebesar Dyah Sertiya PutriUsing personal protective equipment PPE is the last risk control to protect the workers from occupational safety and health hazards. Applying safety culture through obedience behavior of wearing PPE is important to do as the responsibility of the company to protect its workers from occupational safety and health hazards. The purpose of this research was to analyze factors which have correlation with obedience of wearing PPE in aluminum sulfate unit production PT. Liku Telaga research was analytical observational with a cross sectional design. Subject of this research was total population that consist of 114 workers. Data would be shown in a frequency distribution and cross tabulation afterwards analyzed using statistic chi result of research showed that most of workers obeyed to wear PPE in workplace. Statistic analytical results showed that education p= r= and attitude to the policy p= r= are factors which has correlated with obedience of wearing PPE. Age p=1, time of work p=1, knowledge p= motivation p=1, personality p= training p= communication p= and availability of PPE p= have no correlation with obedience of wearing PPE. Keywords behavior of wearing PPE,safety culture, workers in aluminum sulfate unit productionHubungan pengetahuan dan sikap petugas Laboratorium patologi Klinik dalam menggunakan alat pelindung diri di RSUDD AlhayatiT RestuatutiFatmatwatiAlhayati, D., Restuatuti, T., & Fatmatwati. 2014. Hubungan pengetahuan dan sikap petugas Laboratorium patologi Klinik dalam menggunakan alat pelindung diri di RSUD Achmad Provinsi RIAU. JOM FK VOL 1, NO yang berhubungan dengan kepatuhan pekerja dalam pemakaian alat pelindung diri coal yardB ArifinA SusantoArifin, B., & Susanto, A. 2013. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pekerja dalam pemakaian alat pelindung diri coal yard. Jurnal Kesehatan Masyarakat, No. sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja dalam mencegah kecelakaan kerja di PT. PLN Persero Wilayah SULUT AP2BF M DumbelaO R PinontoanA A RumayarDumbela, F. M., Pinontoan, O. R., & Rumayar, A. A. 2017. Peran sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja dalam mencegah kecelakaan kerja di PT. PLN Persero Wilayah SULUT AP2BFaktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD earplug dan sarung tangan pada pekerja unit perbaikan di PT. KAI DAOP VI Yogyakarta DIPO SOLO Balapan SkripsiA M FaniahFaniah, A. M. 2016. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD earplug dan sarung tangan pada pekerja unit perbaikan di PT. KAI DAOP VI Yogyakarta DIPO SOLO Balapan Skripsi. Yogyakarta Universitas Muhammadiyah SurakartaKesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerjaIloILO. 2013, 6 13. Kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja. Diakses dari blic/-asia/-ro-bangkok/-ilojakarta/documents/publication/wcms_2 Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik IndonesiaKemenkesKemenkes 2015. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari nload/pusdatin/infodatin/ Penelitian. Kediri Universitas Nusantara PGRID KuntjojoKuntjojo, D. 2009. Metodologi Penelitian. Kediri Universitas Nusantara PGRIPromosi kesehatan & ilmu perilakuS NotoadmojoNotoadmojo, S. 2012. Promosi kesehatan & ilmu perilaku. Jakarta Rineka dan penerapan metodelogi dan penelitian ilmu keperawatan Edisi 2NursalamNursalam. 2009. Konsep dan penerapan metodelogi dan penelitian ilmu keperawatan Edisi 2. Jakarta Salemba Medika.

alat pelindung diri petugas kebersihan